KuLiAh MaYa

8 Sep

Istilah gaul dalam kamus remaja sudah menjadi bahasan wajib sehari-hari. Kamu semua pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah baju gaul, sepatu gaul, teman gaul, ustadz gaul, dan seambreg istilah gaul lainnya. Ya pastinya beranggotakan darah muda. Gak lucu kan klo anggotanya seumuran Mbah Maridjan. Hehe….poko’e ruso…!!!

Dalam kamus gaul, kata gaul mempunyai dua makna,
Pertama, istilah gaul untuk orang
Orang yang gaul dideskripsikan sebagai orang yang selalu nyambung ketika diajak ngobrol. Ibarat anti virus, virus librarian selalu diupdate. Misal ngomongin tentang Si Cumi Adly Fairuz pasti nyambung, tentang 76 orang bakal calon anggota legislatif (caleg) DPR di NAD yang tidak menghadiri tes baca AlQur’an pasti gak ketinggalan, atau mungkin hafal dengan semua grup band Indonesia yang akhir-akhir ini banyak bermunculan layaknya jamur di musim hujan, bahkan lengkap dengan syair dan kunci gitarnya. Pokoknya top banget and seruuu….abizzz…

Kedua, istilah gaul untuk benda
Benda-benda yang dikatakan gaul kebenyakan adalah benda-benda yang sudah jauh melenceng dari fungsi utamanya. Dasinya Armand Maulana, sorbannya Giring Nidji, atau kaca mata hitamnya Ian Kasela yang sebenarnya semua itu hanya bertujuan untuk tampil unik dan nambah Pede. Biar punya ciri khas juga katanya,,,

Nah… kedua istila gaul tadi (baik untuk orang ataupun benda), gak bisadipisahkan. Mudah ditebak, ujung-ujugnya pasti terbawa dalam gaya hidup alias life style.
Orang yang sudah memakai asesoris gaul pasti ngerasa gak komplit klo gak nyatu dengan pola hidup yang katanya gaul juga. Mulai dari cara ngomong sampe dandan klo bisa memakai tata cara gaul. Tentunya gaya hidup yang ditawarkan bukanlah gaya hidup yang serba biasa dan sederhana, melainkan gaya hidup yang serba hedonis dan kapitalis alias menilai segala sesuatunya dengan uang. Bahkan klo perlu harga diripun bias terjual asal bisa mendapatkan apa yang diinginkan, ya….meski cuma sekedar untuk beli pulsa handphone.

Dalam konteks seperti ini tidak heran jika booming kemaksiatan banyak terjadi di dunia remaja. Atas nama dan latar belakang gaul, modern, kebebasan, atau apapun namanya sepertinya sudah tidak ada lagi petimbangan agama di dalamnya. Fenomena gaul yang awalnya hanya sekedar istilah untuk orang yang gampang nyambung dan up to date serta barang-barang nyeleneh buat tampil beda, jadi bergeser ka arah pandangan hidup dan life style. Malah sekarang banyak yang memaknai gaul sebagai kebebasan, termasuk di dalamnya adalah seks bebas. Sepertinya revolusi seks yang dulu mencuat di Amerika Serikat dan Eropa di akhir tahun 1960_an telah benar-benar merambah ke sini apalagi lewat piranti teknologi informasi dan media hiburan yang semakin canggih.

Para remaja sekarang mungkin saja ada yang berargumen pantang mundur, nyebut klo kebebasan seks adalah syarat pergaulan kehidupan modern. Padahal menurut seksiolog Dokter Naek L Tobing seks bebas adalah kehidupan primitif. Seks bebas terjadi sebelum agama lahir, ketika peradaban semakin maju, dan ilmu pengetahuan semakin berkembang, seks bebas ternyata terbukti membawa banyak persoalan. Selain merusak tatanan sosial juga menyebarkan berbagi penyakit gawat. Tidak cukup sampai di situ, akibat bebas gaul, kasus aborsi jadi trend, hanya untuk sekedar menghilangkan malu akibat perbuatan zina, remaji tega membunuh bayinya tanpa ampun. Astaghfirullah….

Islam benteng dirimu…

Sobat, makin santernya serangan instant kultur dari barat harus membuat kita serba waspada. Jangan asal percaya apalagi menerima sesuatu yang masih terbilang baru untuk kita. Islam harus dijadikan rujukan untuk menilai segala sesuatu. Hal ini bisa kita lakukan dengan rajin mengkaji islam dan yang penting harus hati-hati dalam pergaulan atau memilih teman, karena biasanya teman atau lingkungan sangat berpengaruh dalam diri kita.
Dengan ini istilah yang positif buat otak dan benak kita akan terjaga. Masuknya istilah gak bergizi hanya akan membuat pikiran kita keruh. Contoh, istilah dugem, clubbing, dan freesex. Boleh saja sih kita ngerti istilah-istilah itu tapi tujuannya supaya kita tahu kesalahan dan kerusakannya. Bukan untuk ikutan ngangguk2 ataupun geleng2, upz…hehe,,,,;)maksudnya bukan untuk diamalkan.
So, mau gaul,,,??? Baca tabloid Gaul…:D
Ee,,,salah lagi, Mau Gaul….??? Ati-ati..!!!

Ramadhan adalah ladang instrospeksi, tinggal bagaimana kita mengolahnya…
Semoga kita termasuk orang-orang yang berhasil menanam kebaikan (meski hanya untuk diri kita sendiri) yang pohon dan buahnya berada di dunia sedangkan akarnya berada di surga. Amien….

22 Responses to “KuLiAh MaYa”

  1. Arifudin September 9, 2008 at 3:32 am #

    He… Gaul?,mngkin ky’aq (ga’ulih-ulihan)he… Main mulu kerjaannya.klo gaul versi saya,ya… Gaul tu biasa2 aja,tp jg g’trllu norak,tp jg g’trllu katrok.sbnrny,dg mnjd diri qt sndri,tdk meniru orang lain,mngkn itu yg jd arti gaul mnurutq.he…🙂

  2. noersam_cahpo September 9, 2008 at 8:23 am #

    arif thu gak gaul tapi culunnn

  3. arifudin September 9, 2008 at 1:34 pm #

    halah………….. awas ya noersam, ntar aku bilangin mamimu loch😆

  4. Edi Psw September 10, 2008 at 4:12 am #

    Mumpung ini lagi puasa ya?

  5. ar_eros September 10, 2008 at 7:11 am #

    curaaang blog saia belom di add hehe
    [ngarep]
    uda tak add duluan lo. dah lama juga.
    add balik ya. di FS juga.

  6. denologis September 10, 2008 at 4:08 pm #

    phe….
    apakah aku sudah cukup gaul buatmu?
    cepetan, keburu stokku habis low…. ^:)^

  7. ircham September 10, 2008 at 7:16 pm #

    aq gak gaul, juga gak culun, biasa-biasa saja tapi pasti

    *ehmm..ehmmm

  8. dafhy September 11, 2008 at 4:49 am #

    aq gaul gak ya?

  9. subpokjepang September 11, 2008 at 7:40 am #

    So, mau gaul,,,??? Baca tabloid Gaul buku dan sering-sering lah blogging

  10. hidayat September 11, 2008 at 11:26 am #

    hidup suroboyo..maaf ya ponorogo..he3x

  11. Arifudin September 12, 2008 at 4:51 am #

    G’ulih-ulihan😆

  12. ardhietechno September 12, 2008 at 9:37 am #

    Wah dari judulna kuliah maya berarti temen2a jg maya dunk…maya istianti, maya wulandari, maya ratnasari, dkk
    huehueheue 😀

  13. galihyonk September 13, 2008 at 3:42 am #

    haHAha,,,

    Gaul… Gak ulih-ulihan…

    Betul kata mas udin…:mrgreen:

  14. gajah_pesing September 13, 2008 at 1:59 pm #

    Alhamdulilah.. Ternyata saia bergaul dengan orang-orang yang lurus di jalan Allah, buktinya tulisan ini..
    *i always stay with gajah_pesing style*

  15. arifudin September 14, 2008 at 12:56 pm #

    ami………n maz gajah😆

  16. azaxs September 15, 2008 at 1:34 pm #

    Hehehe… maaf ukhti commentky agak telat ya….
    biasa…orang gaul datange belakangan…😆

    Yang lain sorry ya….:mrgreen:

  17. arifudin September 16, 2008 at 12:21 pm #

    wow ternyata ada orang gaul yang telat ya…😆

  18. Agung Mojosari September 17, 2008 at 6:21 am #

    Gaul? hehe… hmm…

  19. iephe September 18, 2008 at 4:15 am #

    capek dech…………..

  20. Wongbagoes September 23, 2008 at 4:36 am #

    Cape juga,..

    Jadi mbak Maya gak gaul???
    :mrgreen:

  21. galang September 27, 2008 at 4:19 am #

    Gaul yang punya aku tu jangan diberi imbuhan -i dan me-i. Karena bisa menjadi kata yang kurang afdol dalam pergaulan.

  22. unting October 12, 2008 at 7:35 pm #

    @azax gaul aku berarti…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: