Setelah melewati berbagai macam kegiatan akhirnya tibalah kami di penghujung hari perkemahan.Berbagai macam bentuk upacara,materi ruangan, materi lapangan, bakti fisik, wisata, giat prestasi sampai giat pribadi telah bisa kami lalui tanpa halangan.
Pada malam ke dua teakhir adalah jadwal kontingen STAIN Ponorogo untuk pentas di panggung malam seni budaya. Tentang apa yang kami pentaskan pasti semua sudah tau…
Tari warok, jatilan, dan Pujangga Anom, (kok gak ada dadak meraknya? terlalu berat) tapi meski tidak ada dadak merak tetap tidak menyurutkan antusias penonton yang ternyata sudah mananti-nanti penampilan kesenian khas Ponorogo.
Keesokan harinya adalah acara karnaval Nusantara. Jika karnaval yang sering kita lihat adalah orang jawa didandani Aceh, Sumatra Barat, Gorontalo, Papua, dll. Maka di karnaval kali ini kami bisa melihat orang asli dengan dandanan khas daerah masing-masing.
Lelah seusai karnaval tidak menjadi masalah bagi jiwa-jiwa pramuka, malam terakhir yang syarat dengan api unggun pun tak kami lewatkan begitu saja. Api kebesaran, keagungan, kehangatan, dan semangat dalam kebersamaan.
Pada hari terakhir sebelum upacara penutupan adalah saatnya untuk saling bertukar kenang-kenangan dengan kontingen lain. Hm… sambil bernarsis-narsis ria, memanfaatkan sisa waktu bersama.
Setelah upacara penutupan selesai sekitar pukul 12 siang (Rabu 17 Juni 2009) kami meninggalkan Bumi Perkemahan Raudlah al-Thalabah IAIN STS Jambi. Rasa sedih karena harus berpisah dengan kakak-kakak seNusantara bercampur dengan bahagia karena telah bisa melewatkan seluruh kegiatan dengan baik dan membawa sebuah piala terbaik ketiga kategori kelengkapan administrasi. Ya lumayan.. bias jadi empasis ketika berpoto, hehe…

Di Sanggar satu hari setelah pulang dari Jambi melaksanakan selamatan Jenang Sumsum yang dipercaya bisa mengembalikan kondisi badan yang lelah seusai kegiatan
Ini merupakan postingan terakhir tentang kisah perjalanan kami selama di Jambi. Dari pribadi banyak sekali hal-hal yang berkesan dari perkemahan ini. Jika ada kalangan yang masih beranggapan bahwa pramuka hanyalah sekedar bermainan, bernyanyi, dan bertepuk tangan maka melalui kegiatan ini saya bisa menunjukkan fakta besar bahwa pramuka juga berprestasi, kreatif, peduli alam, sosial, dan tentunya mendidik seseorang untuk disiplin dan mandiri. Selain itu dalam kegiatan ini pramuka juga berperan dalam usaha pengenalan kebudayaan bangsa yang dibawa oleh masing-masing kontingen dari daerahnya. Dan di luar dapi pembahasan kepramukaan di sana saya bisa benar-benar merasakan bagaimana bersinggungan dengan berbagai macam ras, budaya, dan bahasa yang semakin membuat bangga hati menjadi bagian dari Indonesia yang kaya akan budaya. Di sana kami dipertemukan dan disatukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.












meriah sekali, tapi keliahatannya melelahkan pula…
Disiplin? sek sek.. Hm hehe..
salam pramuka
salut
berpramuka sekaligus memperkenalkan kesenian ponorogo
sip-sip
btw,pengen jenag sumsum e aku
Wow pramuka memang membentuk persaudaraan yang kuat .. tetap semangat yah
acaranya seru yaks…
wah keren kieh.. manatpz… asik yo mbak? tapi jajane aku gak oleh?
Siip!
melu sip aku
salam pramuka,,,,!
selamat ats pialanya, indonesia memang berbhineka tunggal ika.
wah..asyik juga nih jadi duta wisata ponorogo…dalam jambore pramuka di jambi……semoga acara sukses dan berhasil
visiting
ganongane kudu nguyoh
mbak iephe, pean ikut nari jathil po nari ganongan?
wah..tamasya terus..hmm