>>>@iephe
Setetes rasa…
Menitik dalam pekat jelaga bisu
Menggugah jiwa
Yang termenung pucat membiru
Daun-daun berembun
Mengatup dalam kantuk
Menggigil di setiap tangkainya
Peri cinta menunduk
Mendamba asa sebuah kerling mata
Sekilas membayang
Tarian indah bibir mungilnya
Sekiranya…
Sang bayu hangat membelai raga
Oleh hembusan napas cinta pangerannya
Mungkin sayapnya akan menari
Buah pejampun berarti
Berbeda dengan kenyataan
Di mana hening masih menyuguhkan
Mimpi kelam tanpa kepastian
>>> 2 Juli ’08, ketika mata sulit terpejam……


